Saat Ucapan Panglima TNI Soal 5 Ribu Senjata Illegal Disorot

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. (Istimewa)
Beritakepo.com. Pernyataan mengejutkan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo soal 5 ribu senjata ilegal sedang menjadi sorotan dan viral di media sosial setelah akun twitter radio Elshinta menuliskan Panglima TNI mengatakan ada institusi tertentu yang mencatut nama Presiden untuk mendatangkan lima ribu senjata secara ilegal.

Kicauan itu dilengkapi dengan rekaman pernyataan Jenderal Gatot Nurmantyo saat menghadiri acara silaturahmi TNI dengan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, pada Jumat (22/9) kemarin.

Dalam acara tersebut turut hadir Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, bekas Wakil Presiden Republik Indonesia Jenderal (Purn) Tri Sutrisno, Laksamana TNI (Purn) Widodo AS, Jenderal TNI (Purn) Endiarto Sutarto. Kemudian mantan Panglima TNI Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono, mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, serta para petinggi TNI lainnya.

Pernyataan Panglima TNI inipun akhirnya menjadi perbincangan netizen. Banyak spekulasi dan pertanyaan yang terlontar dari mereka. Bahkan ada mengaitkannnya dengan peristiwa sebelum meletusnya G30S/PKI dengan adanya usulan PKI kepada Presiden Soekarno untuk membentuk Angkatan ke-5 Buruh Tani yang dipersenjatai.

Namun spekulasi di atas terlalu berlebihan jika kita memperhatikan transkrip dan audio Gatot soal hal tersebut seperti diunggah akun ini.

Berikut transkrip audio tersebut:

Ada semacam ketika politik tidak bermoral, atau saat yang dikatakan abri saat dulu terjadi saat ini sekarang pak, sehingga suatu saat kami-kami yang junior ini melakukan langkah yang diluar kepatutan para senior itu hanya kami sebagai bayangkari.

Tapi datanya kami pasti akurat, ada kelompok institusi yang mau membeli 5000 pucuk senjata, bukan militer, ada itu, ada yang memaksa, ada yang mempidanakan, untuk apa, ada, dan data-data kami, intilejen kami akurat, kami masuk pada hulu inti-intinya dan ini hanya untuk internal kami saja pak, karena kalau tidak ini pak, kalau tidak, bahkan TNI pun akan dibeli, pokoknya tidak semua disini bersih pak, ada yang punya keinginan dengan cara amoral, untuk menempuh jabatan, dan saya berjanji akan membuat mereka merintih pak bukan hanya menangis, biarpun itu jendral, karena ini berbahaya pak, kalau sudah TNI lari ke Politik, selesai semuanya, ujung-ujungnya nanti kita tidak bisa gugat apa-apa lagi pak, undang-undang pidana militer masuk semua masuk, itulah awal dari perkelahian dan itulah awal dari kehancuran negara, maka apapun akan kami lakukan, dan kami mohon doa restu saja pak.

Memakai nama presiden, seolah-olah itu dari presiden yang berbuat, padahal yakin itu bukan presiden, informasi yang saya dapat dari A1 tidak akan saya sampaikan disini, ini yang saya pikir saya sebagai seorang manusia, seorang prajurit, saya dianugrahi panglima TNI, sebagai seorang orang tua, anak-anak saya dua-duanya udah menikah udah S2, saya sudah punya cucu pak.


Gatot menyebut sebuah Instansi (bukan militer) yang akan membeli 500 pucuk senjata dengan mencatut nama presiden. Tak ada disebut penyeludupan. Lalu siapakah instansi tersebut? Apakah ini hanya bentuk kesalahpahaman Gatot dengan institusi lain khususnya Polri?

Kapolri Jenderal Tito Karnavian sendiri pernah menyebut akan membeli 5 ribu unit senjata api jenis pistol bikinan PT Pindad. Pistol itu nantinya untuk kelengkapan polisi lalu lintas (polantas) dan anggota Sabhara yang kerap menjadi sasaran serangan teroris.

Sebenarnya Tito ingin membeli 10 ribu lebih unit pistol, tetapi menurutnya PT Pindad baru menyediakan separuhnya.

"Saya kemarin tanya kepada Pindad, bisa, mereka punya persediaan kira-kira 5.000 (unit pistol). Kami mintanya kalau bisa di atas 10 ribu ya. Tapi, 5 ribuan kalau nggak salah yang tersedia. Ya kalau ada itu ya kami mau beli semua," kata Tito di Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/7/2017), dilansir Detikcom.

"Saya lupa jenisnya, hanya yang pendek. Pendek, pistol. Pistol bukan senjata panjang," imbuh dia.

Saat dikonfirmasi soal hal ini, Menko Polhukam Wiranto engaku dia sudah melaporkan soal laporan Panglima TNI ini ke Presiden Jokowi. Namun, Wiranto enggan menanggapi hal tersebut.

"Tanya Panglimalah," tegas Wiranto, Jumat.
Saat Ucapan Panglima TNI Soal 5 Ribu Senjata Illegal Disorot Saat Ucapan Panglima TNI Soal 5 Ribu Senjata Illegal Disorot Reviewed by Amborsius Ambarita on 9/23/2017 12:23:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.