Bohong Soal Prestasinya, Dwi Hartanto Disebut Idap Mythomania

Dwi Hartanto diduga idap Mythomania
Dwi Hartanto diduga idap Mythomania. (Istimewa)
Beritakepo.com. Baru-baru ini seorang mahasiswa bernama Dwi Hartanto mengejutkan publik karena melakukan sejumlah kebohongan terstruktur, hingga membuat banyak orang mempercayainya seperti mengenai pendidikannya, riset, prestasi dan hasil karyanya berkaitan bidang antariksa.

Mahasiswa S3 yang tengah melanjutkan studi doktoralnya di Faculty of Electrical Engineering, Mathematics and Computer Science, TU Delft, Belanda, ini, sempat menyebut bahwa dirinya tengah meneliti teknologi roket untuk militer di bidang pertahanan dan keamanan, dan satelit untuk misi ke luar angkasa.

Pada tahun 2015, ia muncul di media massa atas karyanya di dunia aeronautika, karena disebut menciptakan Satellite Launch Vechile/SLV (Wahana Peluncur Satelite, red) dengan teknologi termutakhir yang disebut The Apogee Ranger V7s (TARAV7s). TARAV7s merupakan satu dari sejumlah prestasi yang ditorehkan oleh Dwi. Ia juga disebut memiliki lima hak paten di bidang kedirgantaraan dan kini disebut tengah terlibat proyek pembuatan Eurofighter Typhoon Defence.

Ia juga menyebut bahwa dirinya sedang terlibat dalam penyempurnaan teknologi pesawat tempur Eurofighter Typhoon generasi anyar milik Airbus Defence. Atas 'prestasinya' ini, Dwi mengklaim bahwa dirinya berulang kali ditawari paspor Belanda. Pada tahun 2016, Dwi yang juga mengaku sebagai lulusan Tokyo Institute of Technology,Jepang ini, sempat beberapa kali diwawancarai sejumlah media nasional terkait prestasinya. Dalam wawancara tersebut, Dwi terlihat sangat lihai menjelaskan penelitian yang tengah dia lakukan di negeri kincir angin tersebut.

Namun satu tahun berselang, kebohongan terstruktur yang dilakukan oleh Dwi, akhirnya terbongkar juga, setelah alumni TU Delft di Indonesia menyelidiki latar belakangnya. Akhirnya, Dwi diinterogasi oleh PPI Delft, PPI Belanda, dan KBRI Den Haag, dan dia mengakui kesalahannya. Dwi yang menyelesaikan pendidikan S1 nya di Akprind Yogyakarta itu juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

Karena kebohongannya ini, KBRI Belanda akhirnya mencabut penghargaan untuk Dwi, karena mengaku memenangkan kompetisi riset teknologi antar Space Agency (Lembaga Penerbangan dan Antariksa) dari seluruh dunia di Cologne, Jerman.

Karena sudah kadung ketahuan, Dwi pun tak dapat mengelak lagi. Melalui surat pernyataan tertulis, pria ini akhirnya meminta maaf karena telah menimbulkan kehebohan atas prestasi 'semu' yang sempat dia gembar-gemborkan ke publik.

Kebiasaan berbohong secara sistematis ini, Dwi diduga mengidap gangguan psikologis, Mythomania. Perilaku yang juga dikenal sebagai kebohongan patologis ini, merupakan kecenderungan berbohong yang dimaksudkan, sebenarnya bukan untuk menipu atau mengelabui orang lain. Tetapi justru untuk membantu dirinya sendiri untuk mempercayai dan meyakini kebohongannya sendiri.

Penderita gangguan mythomania akan membuat dirinya sendiri percaya bahwa kebohongan yang ia buat adalah nyata. Yang membedakan mythomania dengan kebohongan biasa adalah penderita sering tidak sadar bahwa ia sebenarnya sedang berbohong dan menceritakan khayalan yang ada dalam kepalanya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Southern California (USA), seseorang yang gangguan mythomania memiliki sedikit grey matter (bertanggung jawab untuk memproses informasi) dan lebih banyak white matter (mentransmisikan informasi) di korteks prefrontal otak. Para ilmuwan percaya bahwa struktur otak abnormal ini bisa menjadi salah satu penyebab dorongan untuk terus-menerus berbohong.

Selain itu, penyebab lainnya yang menimbulkan Mythomania adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupannya. Di antaranya kegagalan dalam hal studi, masa kecil, masalah keluarga, kisah-kisah sentimentil, bahkan kegagalan dalam pekerjaan.

Hingga saat ini, masih tidak ada obat tertentu yang bisa menyembuhkan mythomania. Hanya orang yang menderita myhtomania yang bisa menolong dirinya sendiri.

Ia harus menyadari permasalahannya, mengakuinya, dan harus memiliki keinginan kuat untuk menyembuhkan dirinya. Menemui seorang psikiater merupakan salah satu cara untuk menolong dirinya dari mythomania.
Bohong Soal Prestasinya, Dwi Hartanto Disebut Idap Mythomania Bohong Soal Prestasinya, Dwi Hartanto Disebut Idap Mythomania Reviewed by Amborsius Ambarita on 10/08/2017 07:58:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.