Karena Beragama Minoritas, Polwan Ini Tak Bisa Adopsi Bayi yang Ditemukan di Parit

Polwan menggendong bayi yang gagal diadopsinya
Polwan menggendong bayi yang gagal diadopsinya. (Facebook/Johannes Surbakti Surbakti)
Beritakepo.com. Seorang polwan yang tidak diketahui namanya di Binjai, Sumatera Utara, menjadi perbincangan publik lantaran gagal mengadopsi seorang bayi yang ditelantarkan. Bayi tersebut ditemukan sang polwan hampir mati dalam kardus yang terbuang di parit.

Melihat kondisi bayi tersebut, sang polwan pun berniat untuk mengadopsi bayi tersebut. Namun, sayangnya ia gagal mengadopsi karena terganjal oleh Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2007.

Karena alasan itu, Kabid Sosial Binjai, H T Syarifuddin, tidak membenarkan sang polwan untuk mengadopsi karena dirinya beragama Kristen. Oleh karena itu, anak tersebut diserahkan ke panti asuhan di Medan.

Dilansir Tribun Medan, kisah Polwan ini pertama kali dipublikasikan oleh akun Facebook bernama Johannes Surbakti Surbakti pada Kamis (5/10/2017) yang lalu. Berikut postingan pria yang bekerja di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) tersebut.

Aturan di kota Binjai anak terbuang / terlantar hanya bisa diadopsi oleh warga yang beragama mayoritas. (peraturan pemerintah no 54 tahun 2007)
Karena alasan itu Kadis Sosial Binjai H T Syarifuddin seorang bayi yang diketemukan hampir mati kedinginan dalam kardus yang terbuang di parit tidak dibenarkan diadopsi oleh seorang polwan yang beragama Kristen. Anak itu kemudian diserahkan Ke panti asuhan di Medan.

Banyak yang protes soal aturan itu namun pemko Binjai tak open
maaflah dunia.... tak sanggup aku melepas mu
Satu bulan aku bersamamu di rsu Djoelham Binjai. Dan tidak bisa mengadopsimu..... Maafkanlah..... Tah kapan lagi kita berjumpa.

Dalam PP Nomor 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, memang tertulis secara eksplisit aturan tersebut, tepatnya di Pasal 3 ayat 2.

PP tersebut berbunyi, "Dalam hal asal usul anak tidak diketahui, maka agama anak disesuaikan dengan agama mayoritas penduduk setempat."

Namun, peraturan ini tidak hanya berlaku di Kota Binjai, Sumatera Utara, tetapi juga berlaku di seluruh Indonesia. PP ini disahkan oleh Presiden yang sedang menjabat pada waktu itu, Susilo Bambang Yudhoyono pada 3 Oktober 2007 lalu.
Karena Beragama Minoritas, Polwan Ini Tak Bisa Adopsi Bayi yang Ditemukan di Parit Karena Beragama Minoritas, Polwan Ini Tak Bisa Adopsi Bayi yang Ditemukan di Parit Reviewed by Amborsius Ambarita on 10/07/2017 08:30:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.