Mengenal I Wayan Koster, Cagub Bali Pilihan Megawati

I Wayan Koster dan Cok Ace berfoto bersama Megawati
I Wayan Koster dan Cok Ace berfoto bersama Megawati. (Foto: Liputan6.com)
Beritakepo.com. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memutuskan memilih I Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace sebagai pasangan yang maju di Pilgub Bali 2018.

Seperti lima tahun lalu, PDIP kembali menduetkan dua putra Bali untuk memenangi hati para pemilih di provinsi berpenduduk lebih dari empat juta jiwa tersebut. Hanya saja, mereka tidak ingin kekalahan pahit di Pilgub 2013 terulang kembali.

Saat itu pasangan PDIP kalah hanya berselisih 996 suara dari pasangan Made Mangku Pastika-Ketut Sudikerta (Pasti-Kerta) yang diusung delapan partai politik.

Seperti apa profil I Wayan Koster yang diyakini Mega akan memenangkan Pilgub Bali tersebut?

Wayan Koster saat ini duduk sebagai anggota DPR yang duduk di Komisi X (bidang pendidikan, olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif) 2014-2019. Ia juga merupakan politikus dari PDIP.

Sebagai anggota legislatif, Wayan Koster turut mendaftarkan kekayaannya di LHKPN. Tanggal pelaporan terakhir LHKPN Wayan pada 11 Januari 2010-28 April 2015.

I Wayan Koster lahir di Buleleng, Bali, 20 Oktober 1962. Dia menempuh pendidikan sarjananya di ITB. Sebelum terjun ke dunia politik, Wayan Koster selalu berkecimpung di dunia pendidikan. Wayan pernah menjadi peneliti di Badan Penelitian dan Pengembangan Depdikbud pada 1988-1994, dan dosen di beberapa universitas negeri maupun swasta selama 1994-2004. Bapak dua orang anak ini adalah tokoh dari komunitas Hindu.

Dari data LHKPN, Wayan Koster diketahui memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 919.758.000. Tanah tersebut terdapat di Jakarta Barat, Tabanan, dan Buleleng.

Selain itu, Wayan Koster juga memiliki harta bergerak berupa mobil yakni Toyota Avanza, Innova dan Camry senilai Rp 765.000.000. Total keseluruhan harta yang dimiliki Wayan sebesar Rp 1.946.804.780.

Nama Wayan Koster sendiri sebelumnya sempat dikaitkan dengan beberapa kasus korupsi. Pada 2011, ia pernah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan di lima universitas, termasuk Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Pada 2013, ia kembali diperiksa oleh KPK terkait kasus suap pembangunan lanjutan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau dengan tersangka gubernur non-aktif Riau, Rusli Zainal.

Pada 2014, Wayan pernah diperiksa KPK terkait dugaan keterlibatannya dengan kasus dugaan korupsi pengadaan Wisma Atlet Hambalang serta pengadaan laboratorium/rumah sakit di beberapa universitas di jajaran Kementerian Pendidikan & Kebudayaan (Kemdikbud) yang menyeret banyak nama politikus. Pada 2014, Nazaruddin juga pernah menyatakan keterlibatan Wayan Koster sebagai salah satu penerima aliran dana proyek ini. Meski begitu, sampai sekarang status Wayan Koster hanya sebagai saksi.

Juga di 2014, Wayan diperiksa KPK sebagai saksi bagi tersangka Muchtar Ependy, terkait sangkaan menghalangi dan merintangi persidangan serta memberikan keterangan tidak benar, dalam kasus Akil Mochtar.

Selain berkarier di bidang politik, Wayan juga menjadi peneliti di Bidang Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Depdikbud pada 1988 hingga 1994.

Ia juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jendral Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia dan Sekretaris Jendral DPP Prajaniti Hindu Indonesia.
Mengenal I Wayan Koster, Cagub Bali Pilihan Megawati Mengenal I Wayan Koster, Cagub Bali Pilihan Megawati Reviewed by Amborsius Ambarita on 11/11/2017 03:15:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.