Ini Penyebab Air Waduk Dadakan di Gunung Kidul Mendadak Surut

Waduk di Gunung Kidul mendadak surut
Waduk di Gunung Kidul mendadak surut. (Kompas)
Beritakepo.com. Akibat siklon Tropis Cempaka pada Selasa (27/11/2017), tiba-tiba terbentuk danau di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta, yang kemudian dijadikan tempat wisata oleh warga. Namun, pada Selasa (22/1/2018), danau dadakan yang ada di Luweng Blimbing atau goa vertikal di wilayah Dusun Serpeng Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunung Kidul, Yogyakarta, ini mendadak surut. Airnya habis tak tersisa.

Seorang warga mengatakan air yang awalnya hampir memenuhi cekungan habis. "Sejak siang sekitar pukul 14.00 WIB (air berkurang) dan habis sekitar pukul 16.00 WIB," kata Suharto saat ditemui di lokasi, Senin (22/1/2018), dilansir beritakepo.com dari Kompas.com.

Lubang berdiameter sekitar 300 meter dengan kedalaman sekitar 60 meter itu kering. Warga mendengar suara air yang masuk ke dalam tanah. "Suaranya itu seperti gempa bumi, airnya masuk ke dalam lubang di dasar luweng. Lalu airnya habis," ucap Wartinah.

Terkait hal ini, ahli geologi Rovicky Dwi Putrohari menjelaskan bahwa genangan dan meresapnya air ke dalam tanah terjadi karena adanya sungai bawah tanah. Kejadian ini sangat normal.

"Itu karena air ( hujan) yang masuk (ke luweng) teralirkan kembali melalui sungai-sungai bawah tanah yang mengalirkan air. Artinya, proses pengisiannya cepat, tetapi proses pengurasannya juga sangat cepat," kata Rovicky, Selasa (23/1/2018).

Dia menambahkan, jika nanti terjadi hujan lebat, sangat mungkin luweng-luweng yang kini kering akan terisi air lagi. Kemudian tak lama dari itu, akan surut dengan cepat kembali.
Proses luweng di Gunung Kidul terkuras habis
Proses luweng di Gunung Kidul terkuras habis. (Istimewa)
"Memang mekanismenya seperti itu. Saat terjadi hujan deras, luweng akan menampung air sehingga sistem sungai dan sistem hidrologi di daerah kars memungkinkan luweng-luweng terisi air. Proses pengisian dan pengurasannya sangat cepat karena melalui sungai bawah tanah," ujarnya.

Pengelola blog Dongeng Geologi itu juga menjelaskan bahwa luweng-luweng tersebut dapat terisi air meski hujan lebat turun di lokasi yang berjauhan dari luweng. Hal ini tak lain karena adanya sungai bawah tanah yang menghubungkan.

Sungai bawah tanah merupakan ciri khas hidrologi daerah karst dan daerah yang kaya batu kapur (gamping), yang banyak ditemukan di pegunungan selatan pulau Jawa.
Ini Penyebab Air Waduk Dadakan di Gunung Kidul Mendadak Surut Ini Penyebab Air Waduk Dadakan di Gunung Kidul Mendadak Surut Reviewed by Amborsius Ambarita on 1/23/2018 03:16:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.