Viral Bea Cukai Musnahkan Mainan Rp 600 Ribu dari Luar Negeri Tanpa SNI

loading...
Salah satu produk Tomica dari Jepang
Salah satu produk Tomica dari Jepang. (Istimewa)
Beritakepo.com. Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan kembali mendapat keluhan dari masyarakat terkait dengan produk mainan yang dibeli dari luar negeri harus menghadapi pilihan antara dikembalikan ke negara asal atau dimusnahkan.

Dia adalah Ferrianto Kartika melalui akun media sosial facebook menceritakan pengalamannya kepada Forum Jual-Beli Gundam.

Seperti yang dilansir anekainfounik.net dari detikFinance, Jakarta, Jumat (19/1/2018). Dia menceritakan pengalamannya terkait dengan beberapa mainannya yang terpaksa dimusnahkan.

Gw pribadi masukin Tomica 3 pcs senilai 48 USD juga bernasib sama dimintakan SNI, kalau hanya beaimpor gw rela, kalau diminta SNI=dirampas secara paksa," tulis dia di facebook.

Dia juga meminta kepada admin forum jual beli gundam untuk membagikan pengalamannya di jagat maya, apalagi pada kasus ini bukan untuk diperjual belikan melainkan koleksi karena hobi.

Bahkan Feerianto juga akan mengajukan hak keberatan secara tertulis terkait dengan mainan berjumlah 3 unit seharga 48 US$ atau Rp Rp 648.000 (pada kurs Rp 13.500/US$) harus diwajibkan SNI.

Jawaban Bea Cukai

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menyebutkan, kejadian pemusnahan mainan yang dilakukan masyarakat di depan pegawi Bea Cukai beberapa waktu lalu sudah mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Ditjen Bea dan Cukai, Deni Surjantoro mengatakan, produk mainan yang dibeli dari luar negeri baik langsung maupun impor, diwajibkan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Di dalam memasukkan komoditi ini ke dalam negeri ada peraturan yang harus dipenuhi, yang ada tentunya setiap mainan yang masuk wajib memang dikenakan SNI. Dan aturan ini merupakan aturan titipan yang harus dijalankan oleh bea cukai," kata Deni, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Deni menyebutkan, aturan yang mewajibkan semua mainan dari luar negeri harus SNI tertuang dalam peraturan menteri perindustrian nomor 55 tahun 2013 tentang perubahan peraturan menteri perindustrian nomor 24 tahun 2013 tentang pemberlakuan SNI.

Deni menyebutkan, pemberlakuan SNI ini juga tidak memiliki batasan volume maupun kualitas, selama komoditi mainan dari luar negeri masuk ke Indonesia harus diurus terlebih dahulu SNI-nya, sekalipun dari negara asalnya sudah sesuai standar.

Karena, jika tidak memenuhi secara aturan maka mainan yang diimpor tersebut mendapat tindakan tegas, yakni dipenuhi aturan SNI dengan mengurusnya di Kementerian Perindustrian, lalu dikembalikan, atau dimusnahkan.

"Sebetulnya kalau ini dipenuhi kewajibannya enggak akan jadi polemik," tambah dia.

Oleh karena itu, Deni mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang memiliki hobi apapun lebih dahulu mengetahui mengenai aturan importasi yang berlaku, khusus untuk mainan bisa mengurus izin SNI selama proses pengiriman dari pihak penjual sebelum masuk ke Indonesia, sehingga setibanya si tanah air hanya mengurus adminiatrasi kewajiban fiskalnya, yakni bayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor.

"Sebaiknya memang masyarakat harus tahu dulu aturannya, jadi sebelumnya barang masuk aturan itu sudah paham dulu, sehingga pada saat barang masuk barang yang datang sudah bisa dipenuhi, masalahnya kadang kadang barang sudah masuk Indonesia, peraturan belum dipenuhi antaranya SNI ini, di situlah terjadi polemik," tukas dia.
Viral Bea Cukai Musnahkan Mainan Rp 600 Ribu dari Luar Negeri Tanpa SNI Viral Bea Cukai Musnahkan Mainan Rp 600 Ribu dari Luar Negeri Tanpa SNI Reviewed by Amborsius Ambarita on 1/19/2018 02:05:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

loading...
Diberdayakan oleh Blogger.