PK Ahok Ditolak, Peluang Cawapres Tertutup Tapi Bisa Jadi Menteri Jokowi

loading...
Ahok dan Jokowi bergandengan tangan
Ahok dan Jokowi bergandengan tangan. (Tribunnews.com)
Beritakepo.com. Pada Senin (26/3), juru bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi memastikan bahwa Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama alias Ahok dalam kasus penodaan agama ditolak. Majelis hakim terdiri dari Artidjo Alkostar sebagai ketua, dan Salman Luthan serta Sumardijatmo sebagai anggota.

Sebelumnya, dalam program AIMAN yang tayang di KompasTV, Senin (5/3/2018), Suhadi mengatakan bahwa upaya pengajuan PK Ahok tersebut merupakan yang pertama dan terakhir bagi Ahok karena MA melihat kondisi yang ada, manajemen perkara ada UU lain yang menentukan satu kali.

"UU MA, UU Kekuasaan Kehakiman, putusan PK tidak boleh dilakukan PK," ujarnya.

Dengan demikian, Ahok akan terus menjalani masa hukumannya. Ia pun tak berpeluang lagi untuk menjadi calon Wakil Presiden (cawapres) untuk capres Jokowi di Pilpres 2019, mengingat masa pendaftaran capres dan cawapres adalah 4-10 Agustus 2018. Sementara Ahok diprediksi paling cepat bebas pada 4 Januari 2019. Dengan catatan, Ahok mendapatkan remisi umum, khusus dan tambahan, seperti dilansir dari Seword.com.

Nama Ahok memang sempat masuk bursa cawapres versi survey yang dilakukan Publik Opinion & Populi Research (Populi Center) pada 28 Februari 2018 yang menempatkan Ahok dengan elektabilitas sebesar 2 persen.

Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan menyatakan pintu bagi Ahok kembali ke dunia politik dalam jangka panjang masih terbuka. Hal itu terlihat pada sejumlah politikus mantan terpidana yang tetap bisa kembali ke dunia politik. Namun, status mantan narapidana kasus penodaan agama dinilai akan memicu sentimen tertentu.

"Kasus Ahok coverage luas dan isunya sensitif. Maka memang kalau ada peluang, agak berat untuk comeback. Tapi bukan tidak mungkin, bisa saja orang berpikir sebaliknya," tutur Firman saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Senin (26/3)..


Yang paling memungkinkan bagi Ahok, kata Firman, adalah posisi tim sukses. Misinya, terutama, bergerak di kalangan atau elemen tertentu. Menurut dia, hal ini mungkin terjadi mengingat Ahok masih memiliki pendukung yang loyal.

"Sekarang pun [bisa] dalam posisi dia masih di [Rutan] Mako Brimob, tetapi dia endorse pada massa pendukungnya, apalagi yang loyal. Masih sangat memungkinkan," ujarnya.

Cara paling logis untuk Ahok kembali ke dunia politik melalui kursi menteri jika Jokowi terpilih kembali menjadi presiden dan dilantik pada 20 Oktober 2019. Artinya, saat itu menjadi waktu yang pas untuk Jokowi memberi Ahok posisi strategis tanpa takut gangguan dari oposisi.

Ahok akan dengan leluasa menerima dan menempati jabatan yang diberikan kepadanya. Kecuali dia memutuskan untuk benar-benar berhenti dari dunia politik. Dengan posisi strategis menjadi menteri lalu bekerja dengan baik, Ahok berkesempatan menghapus atau menutupi sentimen negatif tentang penista agama. Baru setelah itu mungkin di 2024 dia bisa maju sebagai Capres maupun Cawapres melawan orang-orang baru.
PK Ahok Ditolak, Peluang Cawapres Tertutup Tapi Bisa Jadi Menteri Jokowi PK Ahok Ditolak, Peluang Cawapres Tertutup Tapi Bisa Jadi Menteri Jokowi Reviewed by Amborsius Ambarita on 3/27/2018 03:34:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

loading...
Diberdayakan oleh Blogger.