Asia Times Sebut Prabowo Minta Jatah 8 Menteri ke Jokowi Via Luhut

loading...
Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana Merdeka
Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana Merdeka. (viva.co.id)
Beritakepo.com. Dalam artikelnya berjudul "Indonesia moving toward a one-horse race", media asing Asia Times menyebut Prabowo Subianto meminta jatah 8 menteri ke Presiden Jokowi sebagai syarat bergabung ke koalisi pengusung capres Jokowi di Pilpres 2019.

Dalam artikel yang ditulis wartawan John McBeth, pada Minggu, 15 April 2018 tersebut, permintaan tersebut langsung disampaikan sendiri Prabowo saat makan siang dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di restoran Jepang pada 6 April 2018 yang lalu. Tak disebutkan apakah Prabowo meminta jatah wakil presiden atau Menteri Pertahanan. Namun, Luhut menolak permintaan tersebut.

Pertemuan ketiga tersebut disebut membahas bergabungnya Jokowi dan Prabowo dalam satu koalisi. Pada dua pertemuan sebelumnya, Luhut meminta Prabowo maju menjadi capres di 2019 yang sebelumnya ragu atas pertimbangan kesehatan dan logistik.

Ini bukan artikel pertama John McBeth soal politik di Indonesia yang membuat heboh. Jurnalis asal Selandia Baru tersebut pernah menulis artikel pada 23 Januari 2018 lalu yang menyebut Jokowi tengah memainkan strategi "Smoke and Mirrors" dalam pemerintahannya. Dalam artikel berjudul "Widodo’s smoke and mirrors hide hard truths" McBeth menyoroti kebijakan Jokowi soal negosiasi dengan PT Freeport dan pembangunan Blok Masela, pembangunan infrastruktur, serta swasembada pangan daging dan beras.

Pada masa kampanye Pilpres 2014 yang lalu, McBeth memuji Prabowo setinggi langit. Hal ini ditulisnya dalam artikelnya berjudul "The Prabowo Subianto I know". Ia juga pernah menyebut Prabowo adalah sosok yang bersih dari Korupsi, dalam artikel berjudul "All eyes on Indonesia’s identity card scam".

Terkait pilkada DKI Jakarta 2017 yang lalu, McBeth menuding Gatot Nurmantyo yang saat itu menjabat panglima TNI menjadi salah satu dalang politisasi agama.

Kembali ke kabar soal Prabowo meminta jatah menteri, Waketum Gerindra Fadli Zon menepis pemberitaan itu.

loading...

"Setahu saya nggak ada itu ya," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018), dilansir beritakepo.com dari Detikcom.

Prabowo, menurut Fadli, menceritakan pertemuan dengan Luhut merupakan tatap muka biasa dan tidak formal. Keduanya disebut hanya bicara soal ekspor sawit RI yang ditolak negara-negara Eropa.

Meski demikian, Wakil Ketua DPR ini tak menepis Prabowo dan Luhut bicara Pilpres 2019, tanpa merinci isi obrolan kedua jenderal purnawirawan TNI itu. Ditegaskan Fadli, Prabowo saat bertemu Luhut hanya menyampaikan kesiapan maju pilpres.

"Dan mungkin ada pembicaraan hal-hal yang terkait dengan pilpres dan Pak Prabowo menyatakan maju kepada Pak Luhut. Jadi pembicaraan tentang itu (minta jatah menteri) tentu saja tidak ada," sebutnya.
Asia Times Sebut Prabowo Minta Jatah 8 Menteri ke Jokowi Via Luhut Asia Times Sebut Prabowo Minta Jatah 8 Menteri ke Jokowi Via Luhut Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/16/2018 06:14:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

loading...
Diberdayakan oleh Blogger.