BMKG Minta Warga Tak Khawatir Soal Prediksi Tsunami 57 M Pandeglang

loading...
Prediksi ketinggian tsunami di 13 wilayah di Indonesia
Prediksi ketinggian tsunami di 13 wilayah di Indonesia. (Detikcom)
Beritakepo.com. Prediksi kemungkinan tsunami setinggi 57 meter yang dilakukan Balai Pengkajian Dinamika Pantai Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggegerkan warga Pandeglang, Banten. Pasalnya, hal ini dinilai dapat meresahkan karena bencana, apalagi gempa dan tsunami, tidak dapat diprediksi, baik waktu maupun tempatnya.

Berbagai pakar menyebut menyatakan perlu ada penelitian kembali terkait prediksi ini. Sebab, tingkat akurasi terkait potensi tersebut masih sangat rendah.

"Komentar saya tentang perhitungan tsunami Pak Widjo (peneliti tsunami BPPT) bahwa dalam presentasinya menggunakan data global. Data global itu tingkat akurasinya rendah," kata pakar gempa bumi ITB Irwan Meliano, Rabu (4/4/2018), dilansir beritakepo.com dari Detikcom.

BMKG menyatakan temuan itu masih perlu dikaji secara mendalam.

"Di sini kami perlu menyampaikan terkait adanya potensi tsunami di Pandeglang dengan lebih 50 Meter dalam pemberitaan itu, kami sampaikan bahwa berdasarkan UU no 31 tahun 2009, BMKG mendapat mandat untuk observasi dan analisis dan disemasi mengenai meterologi gempa dan tsunami. Oleh karena itu terkait info genpa bumi dan tsunami bersama ini kami perlu sampaikan lima poin penting yang disampaikan oleh Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhammad Sadly," ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Dwikorita menyampaikan hal tersebut melalui video conference dari kantor BMKG Papua yang disiarkan ke kantor BMKG pusat di Kemayoran, Jakarta. Sadly yang berada di kantor BMKG pusat lantas melanjutkan paparan dengan menyampaikan lima poin pernyataan BMKG.

Berikut lima poin itu:

1. Dalam rangka memberikan layananan informasi gempa bumi dan tsunami secara lebih tepat dan akurat, sesuai yang dimandatkan dalam UU nomor 31 tahun 2009, BMKG menjalin kerjasama dengan pakar di bidang gempa bumi dan tsunami dari berbagai lembaga, instansi dan perguruan tinggi, baik dalam maupun luar negeri.

2. Hasil penelitian dan kajian bersama para pakar yang teruji secara ilmiah berbasis data yang memadai dan valid dapat diterapkan dalam mendukung analisis untuk meningkatkan kualitas dan akurasi informasi gempa bumi dan tsunami yang diberikan oleh BMKG. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk lebih arif dalam memahami informasi gempa dan tsunami khususnya apabila informasi tersebut masih berupa kajian awal yang belum teruji maka informasi tersebut belum dapat menjadi pedoman resmi yang menjadi acuan dalam Upaya mitigasi bencana.

3. Pada kasus hasil kajian potensi tsunami di Pandeglang peneliti BPPT sebenarnya tidak melakukan prediksi tapi mencoba mengungkap potensi yang masih perlu dikaji lebih lanjut berbasis data ilmiah yang lebih memadai karena penelitian tersebut tidak menyebutkan kapan akan terjadinya sehingga dalam hal ini masyarakat agar tetap tenang.

4. BMKG akan terus melakukan monitoring aktivitas gempa bumi di Indonesia termasuk potensi tsunami dari setiap gempa kuat yang terjadi dan segera memberikan informasi tersebut dengan cepat dalam waktu kurang dari 5 menit melalui berbagai media diseminasi baik SMS website sosmed dan aplikasi info BMKG Selain itu BMKG bersama pihak terkait akan terus aktif dalam memberikan edukasi terkait mitigasi gempa bumi dan tsunami kepada stakeholder masyarakat dan media untuk mendukung efektivitas pengurangan risiko bencana.

5. Untuk itu masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi BMKG melalui:

a. Website: bmkg.go.id
b. Aplikasi info BMKG yang dapat diunduh dari mobile apps
c. Sosial media di @infobmkg yang ada di Twitter, Instagram, Facebook dan Youtube.


BMKG Minta Warga Tak Khawatir Soal Prediksi Tsunami 57 M Pandeglang BMKG Minta Warga Tak Khawatir Soal Prediksi Tsunami 57 M Pandeglang Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/05/2018 02:32:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

loading...
Diberdayakan oleh Blogger.