Usai Sebut Puisi Gus Mus Dungu, Presenter tvOne Ini Minta Maaf

loading...
Agung Izzulhaq menghina Gus Mus
Kicauan Agung Izzulhaq yang menghina Gus Mus.
Beritakepo.com. Muhammad Agung Izzulhaq membuat netizen tersentak saat dirinya berkicau menghina puisi karya KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). Presenter acara Damai Indonesiaku di tvOne ini menyebut puisi karya pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang itu murahan, tak bermutu dan ditulis oleh orang dungu karena dianggapnya menghina Islam.

Sebelumnya, Calon Gubernur Jateng yang juga petahana Ganjar Pranowo puisi Gus Mus berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana?' dalam debat Pilkada Jateng di acara Rosi, Kompas TV pada 23 Maret 2018.


Tudingan itu ditulis Agung lewat akun Twitter miliknya, @agungizzulhaq pada Sabtu (7/4/2018). Agung mengaitkannya dengan pelecehan terhadap Islam terkait panggilan adzan.

"Kau bilang Tuhan sangat dekat, tapi kau memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat. (Satu lagi puisi murah nan tidak bermutu! Bukankah adzan panggilan untk manusia, bukan untk Tuhan! ..Ohh..Tuhan, banyak sekali mahlukmu yg memilih dungu)," cuit Agung.

Belakangan Agung nampak menyesali postingannya setelah tahu bahwa pencipta puisi tersebut adalah Gus Mus. Agung pun meminta maaf kepada Gus Mus dan Ganjar serta menghapus kicauannya tersebut.

"Siap, maafkan atas kedunguan saya memahami kalimat tersebut. Dan saya tidak tahu itu tulisan Gus Mus, tidak mungkin saya merendahkan ulama. Itu semata2 krn kasus "puisi konde" yg saya sesalkan,menjadikan sensi thdp penggalan kata tsb.Mohon dimaafkan🙏," kicau Agung membalas kicauan netizen lain yang mengkritiknya.

Namun, kicauannya sudah terlanjur menyebar dan merusak nama baik Ganjar dan Gus Mus. Menanggapi hal itu, Ganjar hanya mesam mesem saja. Menurutnya, tidak ada yang salah dalam bait-bait puisi karya Gus Mus yang ditulis pada tahun 1987 lalu.

Puisi itu memang sudah dibacakan banyak orang termasuk pernah dibacakan oleh mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar dan Ketua MUI NTT Abdul Kadir Makarim pada 2016 lalu

"Menariknya, ketika saya membawakan puisi tersebut, yaa aman aman saja, tak ada yang protes. Lha wong yang baca puisi ini sudah puluhan orang kok, mulai dari santri sampai menteri," kata Ganjar, seusai menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus), di Kantor DPC PDIP Kabupaten Demak, Minggu (8/4/2018), dilansir beritakepo.com dari Kompas.com.

Ganjar menganggap persoalan sudah selesai dan tak perlu diperpanjang. "Karena saya tidak ada yang seperti diomongkan mereka. Ya saya anggap sudah selesai," katanya.

Menghadapi tudingan tak berdasar seperti itu, Ganjar mengaku hanya tersenyum. "Ya senyum saja lah, wong dia sudah minta maaf 'ya saya yang salah saya yang dungu', dia ngakuin kok," ujar Ganjar menirukan permintaan maaf Agung.

Ganjar meminta masyarakat Jateng tetap menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi isu suku agama ras dan antargolongan (SARA). "Bagaimana saya berpasangan dengan gus putra kyai, mosok kita melecehkan. Kita saja berbicara membangun Jawa Tengah material spriritual jadikan satu," katanya.

Ia meminta agar masyarakat mengedepankan tabayun (bertanya) ketika mendapati isu di media sosial.

"Cara berfikirnya jangan sampai digeser ke kepentingan kelompok dan dikapitalisasi seolah-olah ini gaya-gaya penistaan. Tidak sama sekali. Masyarakat Jawa Tengah jangan percaya isu SARA, tabayun," tegasnya.
Usai Sebut Puisi Gus Mus Dungu, Presenter tvOne Ini Minta Maaf Usai Sebut Puisi Gus Mus Dungu, Presenter tvOne Ini Minta Maaf Reviewed by Amborsius Ambarita on 4/08/2018 02:01:00 PM Rating: 5

Tidak ada komentar:

loading...
Diberdayakan oleh Blogger.